Bahaya Mengkonsumsi Garam Berlebih Bagi Kesehatan

Mengkonsumsi Banyak Garam Dapat Meningkatkan Resiko Penyakit Multiple Sclerosis

multiple sclerosis

publish my thesis – Garam merupakan bumbu perasa yang selalu ada pada setiap masakan. Sangat sulit rasanya untuk mengatur asupan dari garam tersebut karena hampir setiap masakan atau jajanan mengandung garam.

Garam mengandung ion natrium yang akan langsung diserap oleh tubuh ke dalam pembuluh darah sehingga ion natrium  dalam darah tersebut akan meningkat. Ion natrium memiliki sifat menahan air yang dapat meningkatkan volume di dalam pembuluh darah dan secara otomatis akan menyebabkan peningkatan tekanan darah.

Konsumsi garam yang direkomendasikan oleh badan kesehatan dunia (WHO) adalah maksimal berkisar antara 5-6 g/hari atau 2000-2400 mg natrium. Sedangkan Anda dapat mengonsumsinya hingga 5 sendok makan atau lebih setiap harinya, belum ditambah dengan konsumsi garam yang terkandung dalam makanan yang Anda konsumsi. Jumlah ini sangatlah berlebih.

Apabila dibiarkan dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, penyakit jantung bahkan penyakit Multiple Sclerosis. Apa Itu Penyakit Multiple Sclerosis? Penyakit Multiple Sclerosis muncul akibat dari sistem kekebalan tubuh yang menyerang selaput saraf di otak dan tulang belakang. Saraf tersebut akan mengeras kembudian membentuk jaringan parut yang disebut sklerosis. Kerusakan pada bagian saraf otak  tentu akan mempengaruhi kinerja dari organ tubuh yang lain karena sinyal yang dikirim melalui saraf akan terhambat yang disebabkan oleh kerusakan tersebut.

Seorang peneliti Immunobiology Dr. Dimitry N. Krementsov menjelaskan bahwa ” Kami berharap untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang faktor apa saja yang dapat merangsang penyakit autoimun seperti Multiple Sclerosis”.  Penelitian tersebut dilakukan pada tikus percobaan yang diberi diet tinggi garam. Ternyata kelompok tikus yang diberikan makanan dengan garam berlebih mengalami gejala tidak biasa mirip seperti multiple sclerosis.

Gejala Penyakit Multiple Sclerosis

Pasien pengidap multiple sclerosis mengalami kebocoran pada pelindung otaknya sehingga sel-sel kekebalan tubuh yang melakukan perjalanan ke dalam jaringan dari sistem saraf pusat, menyerang selubung mielin yang merupakan lapisan pelindung protein dan zat lemak. Ketika selubug mielin hancur maka saraf akan menjadi bocor dan menyebabkan plak menumpuk sepanjang serabut saraf. Hal tersebutlah yang menyebabkan gejala penyakit Multiple sclerosis seperti

  • Gangguan Penglihatan ( padangan menjadi kabur, penglihatan membayang, kebutaan)
  • Gangguan Indra Perasa( perasaan geli pada beberapa bagian tubuh, perasaan seperti ditusuk – tusuk jarum , perasaan seperti terbakar )
  • Gangguan Kemampuan Berbicara ( Terlambatnya cara berbicara, sulit menelan, berbicara tidak jelas dan adanya gangguan pada ritme berbicara )
  • Gangguan Pada Alat Kelamin ( Disfungsi ereksi, lemah syahwat, tidak bergairah )
  • Gangguan Keseimbangan ( Badan Gemetar, Pusing, sulit berjalan)

Jenis Penyakit Multiple Sclerosis

Terjata wanita lbih rentan terkena penyakit MS ini dengan rata-rata terjadi pada usia 22-39 tahun. Peyakit MS dibedakan menjadi beberapa jenis

  • Relapsing Remitting Multiple Sclerosis

Penyakit MS jenis ini sering mengalami beberapa kali serangan yang mendadak. Serangan tersebut berlangsung bervariasi mulai dari harian sampai bulanan.Artinya jenis penyakit ini bisa tidak aktif selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

  • Multiple Sclerosis Jinak

Ketika seseorang pernah mengalami jenis penyakit MS Relapsing Remitting dan penyakit tersebut terjadi lagi pada 10 sampai 15 tahun mendatang makan gejala tersebut bisa dikatakan dengan jenis penyakit MS Jinak

  • Secondary Progressive Multiple Sclerosis

Pasien penderita MS yang awalnya mengalami Relapsing Remitting Multiple Sclerosis ( gejala hilang timbul ) selanjutnya jika penyakit tersebut berkembang akan berlangsung ke tahap secondary progressive dimana sering disertai dengan kambuh secara terus menerus.

  • Primary Progressive Multiple Sclrosis

Jenis Penyakit MS ini tidak ditandai dengan serangan yang parah tapi serangan kecil merupakan gejala awal dan terjadi secara terus menerus. Gejala tersebut bisa berlangsung hingga berbulan – bulan bahkan bertahun – tahun.

Posted by : read this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *