Bahaya Rokok Elektrik Untuk Kesehatan

Bahaya Rokok Elektrik Untuk Kesehatan – Rokok Elektrik pertama kali di perkenalkan ke pasar Amerika Serikat pada tahun 2007 sebagai solusi untuk membantu mengurangi kecanduan merokok. Meskipun rokok elektrik ini berkembang sangat pesat namun para ahli kesehatan memiliki kekhawatiran apakah rokok elektrik tersebut aman apabila dihisap dalam jangka panjang. Pada sebuah studi di Amerika disebutkan bahwa 37 % menentang penggunaan rokok elektrik di daerah bebas asap rokok. Lalu apa sebenarnya kandungan dalam rokok elektrik yang berbahaya.

Rokok elektrik merupakan perangkat elektrik yang memiliki corong (cartridge) dan baterai. Pada sebuah cartridge terdapat cairan yang memanas dan menguap. Biasanya cairan tersebutlah yang mengandung nikotin. Jumlah nikotin paling tinggi pada cartridge rokok elektrik berkisar antara 24-36 mg/ml.

rokok elektrik

Menurut sebuah laporan dari Centers for Disease Controls and Prevention (CDC) yang merupakan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit mengungkapkan bahwa penelitian rokok elektrik ini disebabkan karena meningkatnya orang yang keracunan selama 5 tahun terakhir. Hal tersebut merupakan sebuah peringatan tentang bahaya yang ditimbulkan dari rokok elektrik dan nikotin cair yang digunakan rokok elektrik bisa berbahaya, jelas Dr. Tom Frieden direktur CDC.

Penyebaran keracunan tersebut bisa terjadi pada anak baik disebabkan oleh kontak langsung maupun dari paparan cairan pada kulit atau mata. ” Penggunaan produk ini semakin meningkat dan keracunan pun bisa terus berlanjut”, kata Dr Frieden. Saat ini US Food and Drug Administration (FDA) hanya dapat mengatur produsen rokok elektrik yang dipasarkan sebagai terapi bukan untuk dijual secara bebas.

FDA sendiri menganalisa sampel dari merk poluler rokok elektrik. Mereka menemukan zat yang berbahaya selain nikotin yaitu zat karsinogen yang dapat menyebabkan kanker. Studi lainnya dipaparkan oleh parah peneliti dari University of Southern California yang menemukan bahwa uap yang dihasilkan dari rokok elektrik mengandung kadar racun dari logam yang jauh lebih besar daripada rokok biasa. Partikel logam yang terkandung dalam rokok elektrik meliputi nikel dan kromium.

Dengan banyak beredarnya rokok elektrik di pasaran dapat menjadi gerbang atau pengantar terutama pada anak muda untuk mencoba rokok non elektrik. Hal tersebut tentu menjadi sebuah kekhawatiran karena semakin meningkatnya pecandu rokok maka semakin besar juga resiko terkena penyakit yang berbahaya seperti kanker paru – paru bahkan berujung kematian.

Baca Juga : ambien long term use effects

Sejauh ini, bukti menunjukkan bahwa rokok elektrik mungkin lebih aman daripada rokok biasa. Bahaya terbesar dari rokok tembakau adalah asap, dan rokok elektrik tidak membakar tembakau sehingga tidak menghasilkan asap melainkan uap air. Penelitian menunjukkan bahwa kadar bahan kimia berbahaya yang ada dalam rokok elektrik adalah sebagian kecil dari kandungan yang ada dalam rokok tembakau. Tetapi kandungan bahan berbahaya ini dapat bervariasi.

Akan tetapi, tetap saja menggunakan rokok elektrik tidak membuat tubuh Anda aman dari bahaya kesehatan yang ditimbulkannya. Menggunakan rokok elektrik maupun rokok tembakau, keduanya menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan Anda, entah dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Satu-satunya cara untuk menjaga kesehatan Anda adalah dengan berhenti merokok, jenis rokok apapun itu. Merokok satu kali saja dalam sehari bahkan dapat membahayakan kesehatan Anda. Mungkin sekarang para pengguna rokok elektrik belum mengalami gangguan kesehatan, tetapi untuk dampak jangka panjangnya mungkin ada. Dampak kesehatan dari rokok baru muncul dalam waktu beberapa tahun ke depan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *